Anggota DPRD yang Bagi Uang ke Pendemo Dulu Pernah Viral Jual Ginjal Rp 400 Juta untuk Lunasi Utang
Friday, October 9, 2020
Edit
Viral pasangan suami istri anggota DPRD Pekalongan bagi-bagi uang kepada pendemo.
Aksi suami istri anggota DPRD ini mendadak mencuri perhatian publik lantaran memberi uang pada pendemo korban PHK PT Pajitex.
Rupanya aksi demo ratusan karyawan tersebut berhasil menyentuh hati anggota DPRD yang merupakan pasangan suami istri Candra Saputra dan Shinanta Previta.
Tak membiarkan para pendemo pulang dengan tangan hampa, Candra Saputra dan Shinanta Previta membagikan uang kepada ratusan buruh tersebut.
Sontak aksi keduanya membuat para pendemo terharu dan berterima kasih.
Namun siapa sangka, sosok Candra Saputra yang kini telah menjabat sebagai anggota DPRD ini bukan orang biasa.
Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra membagikan amplop berisi uang kepada buruh PT Pajitex yang menggelar demo di depan gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)
Suami Shinanta Previta ini rupanya pernah viral lantaran nekat menjual ginjalnya seharga Rp 400 juta.
Kala itu Candra nekat menjual ginjalnya seharga Rp 400 juta untuk melunasi semua hutangnya.
Kini melihat nasib para buruh korban PHK berdemo di depan kantor DPRD, hati Candra dan istri pun ikut pilu.
Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra mengatakan, tujuan membagikan uang bukan untuk pamer, namun sebagai wakil rakyat merasa tersentuh dengan nasib para buruh PT Pajitex yang sudah tidak bekerja.
"Saya membagikan amplop berisi uang kepada para buruh ini sebagai bentuk keprihatinan, karena nasib buruh yang kini harus menganggur karena di PHK perusahaannya."
"Padahal saat ini, masih ada pandemi Covid-19 dan untuk mencari kembali pekerjaan sangat sulit," kata Candra kepada Tribunjateng.com.
Selain itu juga, pihaknya merasa tergugah lantaran mayoritas yang di PHK adalah ibu-ibu tulang punggung keluarga.
"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar meski sejumlah karyawan yang mayoritas adalah ibu-ibu harus kepanasan ditengah terik matahari," imbuhnya.
Candra berharap, para karyawan yang sudah di PHK untuk tetap kuat dan bersabar.
"Kami berpesan kepada mereka untuk tetap tabah, sabar dalam menghadapi cobaan dan tak lupa untuk hati-hati saat perjalanan menuju ke rumah masing masing," tandasnya.
Sementara itu salah seorang karyawan PT.Pajitex yang di PHK, Isa Hanafi mengatakan, ia sangat berterimakasih kepada Candra Saputra lantaran telah meringankan beban para karyawan yang telah di PHK.
"Terimakasih sekali, salam hormat kami kepada pak Candra dan keluarga. Semoga sehat selalu dan panjang umur, diberi rezeki yang berlimpah dan bermanfaat," katanya.
Sedangkan perwakilan PT Pajitex, Susilo menjelaskan kondisi pandemi Covid-19 yang membuat perusahaannya semakin sulit.
''Hasil ini nanti kami sampaikan ke pimpinan yang ada di Surabaya dan sepertinya keputusan melakukan PHK sulit dihindari untuk mempertahankan kondisi perusahaan yang ada. Sebab masih ada banyak karyawan yang harus kita pekerjakan,'' katanya.
Setelah semua perwakilan menyampaikan pendapatnya, Kholis Jazuli Ketua Komisi IV kemudian mengambil keputusan, bahwa perusahaan sarung yang berada di Desa Watussalam tidak sedang dalam kondisi merugi.
Sebab, mereka masih bisa membangun sebuah gedung atau lainnya untuk kepentingan perusahaan. Kemudian Komisi IV merekomendasikan kepada PT Pajitex agar tidak melakukan PHK terhadap karyawannya.
"Kami juga merekomendasikan kepada DPMTSP Naker dan pengawasnya menindaklanjuti permasalahan ini sampai selesai,'' tegasnya.
Terpisah, Kepala DPMTSP Naker Kabupaten Pekalongan, Edy Haryanto membenarkan apabila PT Pajitex kini masih dalam proses membangun salah satu gedung.
Sebab pihaknya juga telah dimintai izin dalam rangka pembangunan tersebut.
"Untuk itu, terkait PHK yang dilakukan perusahaan tersebut terhadap 257 karyawannya yang berada di bagian shuttle supaya ditinjau kembali," katanya.

